Selasa, 04 November 2014

Artikel UTS

ARTIKEL UTS



Sejak kapan manusia menyadari akan arti filsafat administrasi? Sebenarnya sejarah filsafat administrasi sama tuanya dengan sejarah umat manusia. Kesadaran manusia terhadap hakikat filsafat administrasi berasal dari keinsyafannya terhadapkegiatan administrator, harkat, dan martabatnya.
Penerapan teori tentang filsafat administrasi berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang Demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.
Hakikat filsafat administrasi menerapkan penetahuan watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu, maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan yang bersangkutan. Pengembangan filsafat administrasi hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan administrator. Mengetahui nilai utama filsafat administrasi adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada publik melalui pendidikan karakter, otak, dan fisik.

 Hakikat Filsafat Administrasi adalah hasil pemikiran dan penalaran manusia yang disusun berdasarkan dengan rasionalitas dan sistematika yang menggunakan kejelsan tentang objek formal yaitu pemikirsn untuk menciptakan suatu keteraturan sebagai aksi dan reaksi yg dilakoni manusia dan objek formalnya yaitu manusia yg melakukan aktivtas kerja sama untuk terwujudnya tujuan tertentu.


Teori X dan Y menjabarkan dua model motivasi yang berkebalikan dan teori Z adalah pengembangan dari teori hirarki. dan apabila kepemimpinan di gambarkan dengan teori X,Y dan Z memiliki arti seperti di bawah ini;

Teori X yaitu pemimpin yang pemalas, selalu menghindar dari pekerjaannya dan tidak bertanggung jawab apa yg di berikan kepadanya intinya teori X itu kerja sedikit tapi hasil harus banyak, dan tipe-tipe seperti itu harus diawasi secara terus menerus dan di arahkan agar dapat bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan syarikat.

Teori Y adalah pekerja yang sudah menganggap pekerjaannya itu sebagai kudrat yang harus dilakoninya dalam halnya kegiatan sehari harinya, pekerja tidak usah di awasi secara ketat, pekerja juga sudah memiliki kekreatifan dan tanggung jawab dalam kerjanya.

Teori Z adalah teori pemimpin untuk meningkatkan kopetensi karyawannya dengan rotsi pekerjaan dan pelatihan-pelatihan yang intensif, karena teori Z itu untuk memotivasi semua bawahannya khususnya para karyawan yang masih baru.


jadi menurut saya pada dasarnya semua pemimpin itu saling mempunyai kekurangan dan kelebihan masing - masing. akan tetapi untuk menjadi pemimpin yang bisa bijaksana dan baik, pemimpin harus bisa mengkondisikan segala permasalahan dalam organisasinya sesuai denga segala situasi dan kondisinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar